Selasa, 05 Januari 2016

Saat ini, melepasmu itu yang terbaik

Saat ini, melepasmu itu yang terbaik
Kenapa?
Karena aku yakin, jika kita berjodoh, kita akan disatukan kembali. Disatukan oleh takdir yang begitu indah, yang tidak disangka dan tidak di duga.

Saat ini, menjauh darimu itu yang terbaik
Kenapa?
Karena kamu itu bagai mawar. Indah dilihat, tapi jika terlalu dekat, kau akan menyakitiku. Tapi tak mengapa, kubiarkan diriku hanya melihatmu dari jauh saja, jika suatu nanti kita berjodoh, akan ada yang membawamu kepadaku, tanpa harus aku tersakiti

Saat ini, mendoakanmu itu yang terbaik
Kenapa?
Karena disetiap bait doaku, setiap lantunan doaku, itulah tulus dari hatiku. Bukan dengan ingin memilikimu, mendekatimu, sehingga membuat Sang Pencipta cemburu. Tapi doa inilah yang akan menyampaikan perasaanku, rasa rinduku, melalui dinginnya angin malam, melalui rintikan air hujan, melalui petir yang bergemuruh...

Saat ini, menulis seperti ini yang terbaik
Kenapa?
Karena belum saatnya untukku menyampaikan perasaan ini
Belum saatnya untuk kau mengetahui apa yang ada di hati ini
Kita masih harus saling memperbaiki diri
Jika diri sudah baik, akan ada saatnya, saat aku dan kamu bertemu suatu hari nanti..

Kamis, 12 November 2015

Dan aku rindu kalian

Sahabat
Berjumpa pasti ada berpisah
Berpisah pasti ada kenangan
Kenangan pasti ada yg manis dan pahit

Dan aku rindu kalian
Saat dimana kita berjuang bersama sama
Saat dimana kita menjalankan amanah bersama sama
Suka duka dilewati bersama
Tangis tawa mewarnai keseharian

Dan aku rindu kalian
Ukhuwah yang begitu erat antara kita
Kepedulian yang besar terhadap sesama
Saling membantu, saling menolong
Saling paham, saling mengerti

Dan aku rindu kalian
Disini aku belum menemukan pengganti kalian
Saat ini rasa yang seperti dulu belum terasa
Saat ini aku rindu kalian

Kamis, 05 November 2015

Potongan penting

Secuil potongan kecil
Bukan, bukan secuil
Segenggam potongan kecil
Bukan, bukan segenggam
Seperempat potongan kecil
Bukan, bukan seperempat
Sepotong, ya sepotong potongan kecil
Sepotong kisah, sepotong kasih sayang, sepotong kerinduan
Potongan itu akan menjadi utuh jika disatukan, memiliki arti penting setelah disatukan
Itulah bagaimana aku menggambarkan keluarga
Bagian dari kehidupan yang amat penting untuk diri kita
Ah kenapa hanya potongan kecil? Kenapa tidak potongan besar
Potongan besarku pada agamaku, potongan besarku pada keimananku pada Sang Penciptaku
Begitulah gambaran keluarga menurutku

Ketika kebiasaan menjadi kenangan

Ketika kebiasaan menjadi kenangan
Akan ada sesuatu yang terasa hilang dalam kehidupan
Yang biasanya ada menjadi tidak ada, yang biasanya terasa menjadi tak terasa, yang biasanya terdengar menjadi tak terdengar
Akan ada sesuatu yang kita rindukan. Yang biasanya sesuatu itu berdampingan dengan kita, yang biasanya sesuatu itu ada selalu disisi kita. Yang biasanya selalu ada ketika kita membutuhkan.

Ketika kebiasaan menjadi sebuah kenangan
Rasanya tangan ingin menengadah
Rasanya bibir ingin berucap
Memohon untuk mengembalikan yang telah hilang
Memohon menjadikan kenangan menjadi angan
Agar hati ini selalu tenang

Ketika kenangan menjadi sebuah kenyataan......

Minggu, 01 November 2015

Pertemuan dan perpisahan

Rasanya aku pernah bikin tulisan ini, tentang pertemuan dan perpisahan. Suatu kejadian yang tak dapat dipisahkan, selalu bergandengan, saling melengkapi, kapanpun kejadiannya. Yang membedakan hanya waktu diantara keduanya, akankah lama atau cepat, hanya Allah yang Maha Tahu.

Pertemuan dan perpisahan itu pasti, hanya saja kita tak ada yang tau kapan itu semua terjadi. Terkadang, aku sedih ketika terdapat suatu pertemuan, karena aku tipe orang yang selalu berfikir ke depan, sehingga aku sedih karena pasti nanti akan ada perpisahannya, entah kapan. Ah, sedih memikirkannya. Memikirkan perpisahan itu membuat rasa sesak tersendiri di dalam dada. Memikirkannya membuat pikiran melayang pada kesedihan. Ah perpisahan....

Tapi bukan berarti aku benci perpisahan. Dengan adanya perpisahan, sesuatu yang awalnya dianggap biasa-biasa saja bisa menjadi sangat berharga ketika perpisahan itu terjadi. Perpisahan membuat sesuatu yang biasanya ada menjadi hilang atau pergi sehingga sesuatu tersebut berharga.

Maka, hargailah setiap detik dan menit yang terjadi dikehidupanmu, tiap jengkal langkah dan kegiatan di kehidupanmu, tiap untaian dan lantunan kata yanh terucap, karena kita tak ada yang tahu, kapan Allah mengambil sesuatu tersebut dari hidup kita..

Pertemuan dan perpisahan, kalian pasangan yang paling bermakna :')

#edisimalambaper #sesedihanheula #kangenrumah

Jumat, 18 September 2015

Dulu dan sekarang

Dulu kita ngobrol begitu banyak, apapun kita omongin mulai dari hal penting sampai hal ga penting, tapi sekarang? Mau bilang hai aja susah banget, mau ngasih info penting aja rasanya kayak ga penting lagi, mau nanya sesuatu aja sulit ...

Dulu kita suka becanda canda, ketawa tawa kalo lucu, saling ngelawak walaupun ngga lucu, malah ngehibur disaat sedih, tapi sekarang, aku cuma bisa ganti foto profil tersenyum, aku cuma bisa ngeliatin chat chat kita sebelumnya yang membuat banyak kenangan...

Begitulah, Allah maha membolak balikan hati. Dan pada kenyataannya hanya aku yang merasa kehilangan, hanya aku yang merasakan kerinduan. Ah, kenapa hanya aku? Kenapa dia tidak... Kenapa hanya aku yang tersiska oleh perasaan ini. Iya, karena akulah yang punya perasaan lebih ke kamu, hanya aku yang menyimpan perasaan lain bukan sekedar teman ke kamu, ya hanya aku.

Dan aku harus menanggung resiko atas lubang yang telah kubuat begitu dalamnya...

Sabtu, 12 September 2015

Bukan begitu caranya

"Percayalah, bila masalah hidupmu masih seputar patah hati, dicuekin laki-laki, dibiarkan perempuan, lantas kamu merasa menjadi manusia paling merana di dunia... Diluar sana, kehidupan manusia begitu kompleks. Dan sekali lagi, bila kamu merasa orang-orang yang kami temui itu baik-baik saja, kamu salah. Mereka telah belajar cara menyembunyikan kerusuhan hatinya, masalah hidupnya, dan apapun itu. Mereka berusaha membahagiakan dirinya sendiri.." kurniawan gunadi - hujan matahari

Berusaha membahagiakan diri dengan memberi harapan pada banyak wanita, bukan seperti itu caranya.
Melampiaskan diri dari sebuah masalah dengan menyakiti hati banyak wanita bukan begitu caranya
Kamu salah, cara kamu untuk melampiaskan semuanya salah, cara mu bukan untuk mengurangi masalah tetapi justru menambah masalah.
Jangan dikira dengan kamu seperti ini, semua akan baik baik saja, enggak, akan banyak wanita yang berharap padamu tapi kamu hanya main main.
Mungkin kamu lebih baik dari adikmu dalam melampiaskan ini semua, kamu ngga jadi bandel kayak adikmu, tapi entahlah aku ngga suka caramu melampiaskan ini dengan chat chat sama cewe. Ini bukan kamu yang dulu, sungguh. Kamu beda. Kamu bukan yang aku kenal dulu, yang jalan aja nundukin pandangan kamu ke bawah untuk menjaga mata. Kamu beda.
Dan aku mohon kamu sadar..